Senin, 02 April 2012

PUISI LAMA

PUISI LAMA
  Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
A. PUISI LAMA
  Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
  - Jumlah kata dalam 1 baris
  - Jumlah baris dalam 1 bait
  - Persajakan (rima)
  - Banyak suku kata tiap baris
  - Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama  
  Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku  kata maupun rima
2. Jenis Puisi Lama
Yang termasuk puisi lama adalah
a)    Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaanya dalam masyarakat Melayu pada  mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.
b)   Pantun berasal dari melayu. Pantun merupakan sejenis puisi yang terdiri atas 4 baris bersajak a-b-a-b, a-b-b-a, a-a-b-b. Dua baris pertama merupakan sampiran, yang umumnya tentang alam (flora dan fauna), dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. 1 baris terdiri dari 4-5 kata, 8-12 suku kata. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-
mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
c) Karmina adalah pantun tetapi pendek atau dikenal dengan nama   
    pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan  
    sampiran dan baris, kedua adalah isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya
    digunakan untuk menyampaikan sindiran
    ataupun ungkapan secara langsung.
d) Seloka adalah pantun berkait
merupakan bentuk puisi Melayu Klasik, berisikan  
     pepatah,maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran bahkan  
     ejekan. Biasanya ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,  
     terkadang dapat juga ditemui seloka yang ditulis  
     lebih dari empat baris.
e) Gurindam adalah,
satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris
    kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh,
    bersajak a-a-a-a. Baris pertama berisikan semacam soal, nasihat,masalah atau
    perjanjian dan baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau
    perjanjian pada baris pertama tadi.Gurindam Dua Belas adalah Kumpulan
    gurindam yang dikarang oleh Raja Ali Haji dari Kepulauan Riau. Dinamakan
    Gurindam Dua Belas oleh karena berisi 12 pasal, antara lain tentang ibadah,
    kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak,
    budi pekerti dan hidup bermasyarakat.
f) Syair adalah karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak.    
    Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama a-a-a-a, keempat baris tersebut
    mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang
    mengandung maksud). Syair berasal dari Arab.
g) Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan
    isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-
    abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya.
3. Contoh dari Jenis-jenis Puisi
a) Mantra
  Assalammualaikum putri satulung besar
  Yang beralun berilir simayang
  Mari kecil, kemari
  Aku menyanggul rambutmu
  Aku membawa sadap gading
  Akan membasuh mukamu
         b) Pantun
           Kalau ada jarum patah
           Jangan dimasukkan ke dalam peti
           Kalau ada kata ku yang salah
           Jangan dimasukan ke dalam hati
         c) Karmina
           Dahulu parang, sekarang besi (a)
           Dahulu sayang sekarang benci (a)
         d) Seloka
 -  Lurus jalan ke Payakumbuh,
    Kayu jati bertimbal jalan
    Di mana hati tak kan rusuh,
    Ibu mati bapak berjalan
 - anak pak dolah makan lepat,
   makan lepat sambil melompat,
   nak hantar kad raya dah tak sempat,
   pakai sms pun ok wat ?
          e) Gurindam
 - Kurang pikir kurang siasat (a)
  Tentu dirimu akan tersesat (a)
           - Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
  Bagai rumah tiada bertiang ( b )
           - Jika suami tiada berhati lurus ( c )
  Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
 - Pabila banyak mencela orang
   Itulah tanda dirinya kurang                                                                                         
  
 - Dengan ibu hendaknya hormat                                                                                                   
   Supaya badan dapat selamat
         f) Syair
  Pada zaman dahulu kala (a)
  Tersebutlah sebuah cerita (a)
  Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
  Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
       g)Talibun
  Kalau anak pergi ke pekan
            Yu beli belanak pun beli sampiran
            Ikan panjang beli dahulu
            Kalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari isi Induk semang cari dahulu
4. Ciri-ciri dari jenis puisi lama
a) Mantra
Ciri-ciri:
-      Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde
-      Bersifat lisan, sakti atau magis
-      Adanya perulangan
-      Metafora merupakan unsur penting
-      Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius
-      Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan
      persajakan.
b) Pantun
  Ciri ciri pantun :
-      Setiap bait terdiri 4 baris
-      Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
-      Baris 3 dan 4 merupakan isi
-      Bersajak  a-b a-b                                                                                                          
-      Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
-      Berasal dari Melayu (Indonesia)
c) Karmina
Ciri-ciri karmina :
 - Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.
 - Bersajak aa-aa, aa-bb
 - Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.
 - Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.
 - Semua baris diawali huruf capital.
 - Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.
 - Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.
d) Seloka
Ciri-ciri seloka :
 - Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,
 - Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
e) Gurindam
Ciri-ciri gurindam :
-      Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian
      baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian
      pada baris pertama tadi.
f) Syair
ciri-ciri syair :                                                                                                                                           
 - Terdiri dari 4 baris
 - Berirama a-a-a-a
 - Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair
g) Talibun
Ciri-ciri talibun :
-      Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10
      dan seterusnya.
-      Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
-      Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat
      isi.
-      Apabila enam baris sajaknya abc-abc
-      Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya abcd-abcd

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar